Tampilkan postingan dengan label Radang Tenggorokan Pada Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radang Tenggorokan Pada Bayi. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Cegukan Dengan Cepat secara Tradisional

 Cara Mengatasi Bayi Cegukan. Apakah anda pernah resah karena buah hatinya cegukan? Sesungguhnya jangan risau karena banyak cara menghilangkan cegukan pada bayi dengan cepat. Perlu anda ketahui bahwa cegukan tidak hanya menimpa orang dewasa, seorang bayi pun kerap kali mengalami gangguan cegukan. Kenyataanya bukan salah satu indikasi penyakit yang membahayakan dan biasanya wajar dan lumrah terjadi apada siapapun, yang terpenting cegukan selama masih dalam tahap wajar tidak perlu khawatir. Namun akan lebih baik tentunya ketika cegukan bayi harus segera diatasi agar buah hati anda nyaman dan tidak terganggu waktu istirahatnya. Jangan pernah mengagetkan bayi ketika bayi sedang mengalami cegukan hal itu harus dihindari karena biasanya orang dewasa ketika cegukan dikagetkan hal itu akan menyebabkan bayi semakin tidak nyaman dan stress.

Cara Mengatasi Bayi Cegukan Dengan Cepat secara Tradisional

Cara Mengatasi Bayi Cegukan Dengan Cepat secara Tradisional
Pada orang dewasa mengatasi cegukan cukup sembuh dengan sendirinya tanpa harus membutuhkan bantuan orang lain. Anda hanya perlu melakukan pengolahan nafas dengan baik atau minum air putih yang banyak maka cegukan dengan sendirinya akan hilang. Tetapi berbeda jika yang cegukan bayi, apalagi bayi yang baru lahir beberapa bulan. Perlu bantuan ayah bunda atau orang dewasa yang ada disekitarnya untuk mengatasinya.

Cegukan adalah salah satu gerakan refleks dari tubuh dan disertai dengan suara yang khas akibat iritasi dari diafragma. Diafragma atau perjalanan proses pernafasan yang mendorong secara teratur proses masuk dan keluarnya udara dalam sistem pernafasan. bayi cegukan bisa saja waktu dalam kandungan namun Cara Mengatasi Bayi Cegukan dalam kandungan tidak butuh anda tahu sebab tidak akan berlangsung lama dan justru anda bersukur bahawa momongan anda ada tanda normal dan hidup .

Bayi sering mengalami cegukan setelah minum susu atau makan. Cegukan ini terkadang akan mengganggu bayi tapi selama bayi tetap merasa bahagia, tersenyum dan dapat makan serta minum dengan baik tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Profesor Mazur menuturkan cegukan merupakan hal yang normal dan wajar bagi bayi, kecuali jika cegukan sampai mengganggu aktivitasnya seperti tidur atau makan. Bayi yang memiliki penyakit gastroesophageal reflux mungkin akan lebih sering mengalami cegukan. Jika cegukan seringkali menyebabkan bayi muntah, batuk, sangat rewel atau sangat tidak terkendali dan membuat bayi merasa terganggu dan tidak nyaman apalagi jarak bayi belum berusia lebih dari satu tahun, maka sebaiknya orangtua memeriksakan hal tersebut ke dokter.

Untuk mengetahui berbagai cara menghilangkan cegukan pada bayi dengan cepat, anda perlumengetahui dulu penyebab bayi cegukan. Ada beberapa faktor yang mungkin terjadi sehingga menyebabkan bayi cegukan.

Beberapa faktor Pemicu timbulnya cegukan pada bayi

1. Tubuh bayi yang menggigil kedinginan
Bila tubuh bayi menggigil kedinginan itu merupakan faktor perubahan suhu tubuh pada bayi misalkan bayi sesudah mandi dengan menggunakan air dingin atau akibat kedinginan karena faktor yang lainnya dapat menyebabkan bayi cegukan.

2. Akibat Meyusui
Bagaimana posisi menyusui yang benar? Posisi menyusui yang benar adalah dengan perut bayi yang berhadapan dengan perut ibu dan lengan bayi berada lurus dengan badan bayi. Dan yang paling penting adalah puting ibu menyusui harus masuk semua ke dalam mulut bayi. Akibat bayi meminum susu terburu-buru juga menjadi pemicu timbulnya cegukan. Jangan biarkan bayi anda dalam keadaan merasa lapar dan haus supaya bayi tidak terburu-buru menyusui.

3. Akibat makan yang tidak baik
Bila bayi anda sudah mulai diberikan makanan pendamping ASI, sebaiknya berikan makanan dengan perlahan jangan terburu-buru. Dan ketika bayi sedang makan sebaiknya jangan ajak ia bercanda, karena biasanya bayi akan tertawa ketika diajak bercanda oleh ibunya, ayahnya, neneknya, kakeknya atau kakaknya. Ketika bayi tertawa saat mengunyah makan maka akan menyebabkan cegukan.

4. Stres yang mungkin dialami oleh sang bayi
Pada saat-saat tertentu bayi mungkin akan mengalami perubahan emosi atau stres yang akan menyebabkan timbulnya gangguan cegukan dengan ditandai suara hik. Hindari dan kenali faktor stress pada bayi supaya bisa meminimalisir cegukan.

5. Faktor lain sebagai pemicu cegukan pada bayi adalah bayi menglami iritasi atau stimulasi pada otot diafragma sehingga terjadi kontraksi secara mendadak. Faktor ini alami yang terjadi pada bayi
Jika anda sudah tahu beberapa penyebab bayi cegukan sekarang jika anda beruasaha luangkan lagi beberapa waktu dan menit untuk mengetahui cara menghilangkan cegukan pada bayi. Cara-cara ini bisa anda praktekan sendiri tnpa harus dengan bantuan medis.

Berikut cara mengatasi bayi cegukan dengan cepat

1. Jika bayi anda cegukan karena kedinginan akibat mandi air dingin atau terkena udara dingin, cara mengatasinya dengan memberikan kehangatan. Bisa anda usapkan beberapa tetes minyak telon atau minyak kayu putih ke leher, perut dan punggung bayi secara merata supaya bayi dalm kondisi hangat dan nyaman.

2. Cara menghilangkan cegukan pada bayi adalah dengan memberinya susu hangat atau air putih hangat jika bayi memang sudah diberi makanan pendamping asi,
3. Cara lain yang dapat anda coba ialah dengan memeluk sang buah hati dengan penuh kehangatan. Sering-seringlah memeluk bayi selain bisa mengatasi cegukan karena hangat juga akan memperkuat ikatan bayi dan ibunya

4. Jika bayi belum diberikan makan pendamping asi, susuilah dengan segera bayi anda sesering mungkin. Jika mengalami cegukan, ushakan posisi kepala berada diatas atau lebih tinggi dari badan atau perut bayi. Sususi dengan posisi yang baik. Jika cegukan tidak jua reda hentikan dahulu aktifitas menyusuinya. Lakukan cara ini,

5. Cobalah angkat kepala bayi dan simpan di atas pundak anda laku usap-usaplah bagian punggunnya dengan perlahan dan agak ditepuk-tepuk.

6. Cara menghilangkan cegukan pada bayi juga dapat dilakukan dengan tehnik menyendawakan bayi setelah minum susu atau makan. Jika sesudah minum susu atau makan bayi tidak sendawa maka cara diatas dapat anda lakukan. yaitu mengelus-elus punggung bayi secara perlahan dan menepuk-nepuknya.

7. Berilah makan dan minum bayi anda secara teratur dan sedikit-sedikit. Hal tersebut dapat mencegah sekaligus sebagai cara menghilangakn cegukan pada bayi.

8. Jika penyebab cegukan karena bayi merasa stres maka yang perlu anda lakukan selain cara menghilangkan cegukan pada bayi diatas, anda dapat membuat bayi istirahat. Biarkan ia sejenak bersantai, ajak jalan-jalan ke tempat yang baru, jangan dulu diajak bermain secar aktif sampai cegukannya reda.
Hal yang penting lagi adalah anda tidak boleh menggunkan cara menghilangkan cegukan pada bayi dengan cara mengobati cegukan pada orang dewasa, misalnya denga mengagetan, menekan hidungnya untuk melatih pernafasannya. Jika hal itu anda lakukan akan sangan beresiko dan berbahaya bagi bayi.
Baca juga:15 Cara Mengobati Cegukan Secara Alami dan Cepat Sampa Sembuh Total
Bagaimana mudah kan cara menghilangkan cegukan pada bayi. Langkah-lagkah diatas dapat dilakukan dengan benar dan akan efektif jika anda mengerti secara baik tehnik-tehniknya.
Demikianlah pembahasan singkat kami tentang cara mengatasi bayi cegukan dengan cepat. Semoga tulisan ini dapat membuat hati anda menjadi tenang dan tidak stress dikala buah hatinya mengalami cegukan. Akhir kata dari tim Tenggorokan.COM semoga artikel ini bermanfaat.

Apa Penyebab Bayi Cegukan Setelah Minum Asi Dan Dalam Kandungan - Baby Hiccups

Cegukan bisa terjadi pada siapapun dari semua kalangan tidak peduli usia dan jenis kelamin. Bahkan, bayi pun bisa cegukan baik saat masih dalam janin atau ketika sudah lahir. Bayi cegukan seringkali membuat para orang tua cemas. Padahal, saat bayi sedang cegukan tidak ada kondisi serius yang harus dicemaskan. Cegukan adalah pertanda bahwa bayi sedang mengalami perubahan emosi.

Apa Penyebab Bayi Cegukan Setelah Minum Asi Dan Dalam Kandungan - Baby Hiccups

Apa Penyebab Bayi Cegukan Setelah Minum Asi Dan Dalam Kandungan - Baby Hiccups
Memang, bayi cegukan biasanya tidak akan lama. Bahkan, bisa hilang dengan sendirinya dan sama sekali tidak membahayakan kesehatan. Tetapi, dalam kondisi demikian anda harus tetap mengenali penyebab cegukan. Bayi di usia 3 bulan biasanya mengalami cegukan atau hiccups. Pada bayi, cegukan muncul dikarenakan belum matangnya fungsi saraf pada diafragma bayi. Diafragma adalah sekat antara dada dan juga perut, sehingga memang bayi bisa saja cegukan.

Tetapi, bukan berarti bayi akan kesulitan mengatasi cegukan yang dialami walaupun syarafnya belum sempurna. Cegukan pada bayi bisa menghilang dengan sendirinya. Hal ini terjadi karena keseimbangan sistem tubuhnya akan terus membaik seiring berjalannya waktu dan usia bayi. Jadi, bayi pun semakin lama tidak akan sering cegukan. Walaupun bukan pertanda bahaya, cegukan bisa menjadi hal yang tidak nyaman bagi bayi.

Hal mengejutkan juga ditunjukkan dari berbagai penelitian yang ditunjukkan oleh ilmuwan bahwa cegukan pun bisa terjadi saat bayi dalam kandungan. Janin bisa cegukan sejak usia 8 hingga 9 minggu. Artinya, bayi sudah bisa cegukan saat ibu belum merasakan gerakan janin. Cegukan dalam janin adalah salah satu tindakan refleks yang hanya bisa terjadi dengan perbandingan 1:50 bayi. Pada bayi atau orang dewasa, cegukan merupakan gerakan spontan pada diafragma. Nah, jika janin bisa cegukan, kemungkinan besar diafragma menjadi lebih kuat untuk persiapan gerakan bernapas setelah sudah lahir.

Penyebab Bayi Cegukan Setelah Minum ASI

Jika bayi anda sering cegukan setelah minum ASI, mungkin anda bertanya-tanya "mengapa bisa cegukan atau Bayi Cegukan Kenapa ? " . Padahal cegukan/cekukan seringkali muncul ketika kita sedang dehidrasi. Saat sedang minum ASI, bisa saja bayi sedang tertawa atau tersenyum sehingga menjadi cegukan. Atau, kemungkinan besar lainnya bayi cegukan pada saat minum ASI adalah posisi menyusui yang kurang tepat. Cegukan bisa disebabkan puting yang kurang masuk pada mulut bayi. Penyebab lainnya adalah posisi bayi yang tidak dalam garis lurus dengan lengan bayi sehingga perut bayi tidak berhadapan dengan perut ibu. Dengan demikian, udara menjadi lebih mudah masuk dan terhisap oleh bayi. Masuknya oksigen dalam tubuh si kecil adalah pemicu utama cegukan saat sedang atau setelah minum ASI.

Selama bayi tetap terlihat ceria, tersenyum, dan makanan atau minuman bisa masuk dengan baik, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan cegukan pada bayi. Penyebab cegukan lainnya adalah adanya penurunan suhu. Misalnya, bayi sedang kedinginan. Atau cegukan juga bisa menjadi pertanda bahwa bayi sedang stress. Jika bayi minum susu formula dari botol, kemungkinan lubang dot terlalu besar sehingga banyak udara yang masuk dan terhisap oleh si kecil.

Jika bayi memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD), maka akan sering cegukan. Bahkan, cegukan bisa menyebabkan bayi muntah, batuk, rewel dan mungkin menjadi tidak terkendali seperti tidak mau minum ASI. Dalam kondisi yang demikian, maka sudah sewajarnya bagi anda untuk segera membawa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat supaya asupan ASI menjadi tidak terhambat dan bayi tidak kekurangan cairan atau kelaparan.

Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi

Perlu anda ingat dalam how to get rid of hiccups in a newborn ( menghindari bayi lahir cegukan ) bahawa Kunci utama untuk menghindari agar bayi tidak sering cegukan adalah bagaimana anda bisa menghindari agar udara tidak terhisap masuk lewat mulut secara tiba-tiba sehingga menimbullkan suara khas cegukan.

Ada beberapa hal yang dilakukan agar cegukan tidak terjadi terlalu sering terutama saat minum ASI seperti berikut:

1. Ubah posisi menyusui
Bayi cegukan terjadi ketika bayi menelan uara berlebih saat sedang minum ASI. Kondisi ini membuat bayi mudah cegukan sehingga cara yang bisa dilakukan agar menghindari cegukan adalah dengan mengubah posisi menyusui. Cara ini adalah cara yang ampuh untuk menghambat atau bahkan mencegah udara yang masuk melalui mulut bayi dan terhisap. Jika cegukan lebih sering terjadi pada bayi, sebaiknya anda hentikan terlebih dahulu memberikan ASI sampai cegukannya terhenti. Cara ini bisa menghindari bayi tersedak dan muntah.

2. Bantu bayi bersendawa
Jika sudah minum ASI, bantu bayi anda untuk bisa bersendawa untuk menghindari bayi cegukan. Bersendawa merupakan cara yang tepat untuk mengeluarkan udara yang sudah terhisap bayi dalam perut ketika sedang minum ASI. Bersendawa juga dapat membantu kejang otot pada bagian diafragma supaya bayi tidak cegukan.
Cara yang bisa dilakukan agar bayi bisa bersendawa adalah memposisikan bayi dalam keadaan berdiri. Dekap bayi hingga berada di pundak anda dan sejajar di pundak anda. Dalam beberapa saat, jika banyak udara yang masuk dalam perut bayi, maka bayi akan refleks bersendawa.

3. Pastikan bahwa bayi meminum ASI dengan perlahan-lahan dan ibu dalam keadaan tenang
Sebagai ibu, anda disarankan untuk benar-benar memonitor bayi anda terutama saat sedang meminum ASI. Pastikan jika bayi anda sedang minum ASI dengan perlahan, atau tidak terlalu tergesa-gesa.
Jika menyusui atau memberi makan, anda juga disarankan untuk tidak terlalu bersemangat atau tergesa-gesa. Ibu harus dalam kondisi tenang karena jika terlalu cepat atau bayi menjadi ikut terburu-buru, maka cegukan pun bisa terjadi.

Penyebab Bayi Cegukan Dalam Kandungan

Bayi cegukan dalam kandungan bisa terjadi dan hal ini tidak sama dengan kejang janin.
Ibu hamil akan merasakan adanya gerakan yang teratur dan berirama. Bahkan, kedutan terasa intens dalam beberapa kali. Dalam kondisi demikian, ada kemungkinan besar bahwa janin sedang kejang. Guna mengetahui kepastian yang terjadi, pemeriksaan USG atau electroencephalogram pada janin bisa dilakukan.

Jika cegukan janin terjadi, ini adalah hal yang umum sebagai reaksi spontan saat sedang bernapas atau menelan. Jadi, hampir semua ibu hamil pernah merasakan cegukan paling tidak sekali dalam masa kehamilan atau bahkan bisa lebih dari jumlah tersebut. Ada beberapa janin yang kerap cegukan setiap hari. Hal tersebut disebabkan adanya kontraksi diafragma yang membuat bayi cegukan dalam kandungan. Janin bisa cegukan dan syaratnya adalah sistem saraf pusat yang lengkap.

Sistem saraf pusat adaah saraf yang membantu janin tetap bernapas dalam cairan ketuban. Maka dari itu, ketika ketuban masuk dan keluar, maka paru-paru serta diafragma janin akan berkontraksi dengan cepat sehingga memicu cegukan.
Baca juga: Tanya Apa Nama Obat Sakit Tenggorokan Di Apotek Yang Ampuh
Nah, kesimpulannya adalah biarpun cegukan terjadi pada janin atau bayi, bukan berarti keduanya sedang dalam kondisi stress, ada masalah kesehatan serius atau lainnya yang mengkhawatirkan. Cegukan bukanlah pertanda rasa tidak nyaman pada bayi atau janin. Bahkan, jika bayi cegukan dalam kandungan, maka bisa membantu mengatur detak jantungnya di trimester ketiga.

Itulah informasi lengkap tentang apa penyebab bayi cegukan setelah minum ASI dan dalam kandungan. Salam dari Tenggorokan.COM, Semoga membantu bunda !

Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Bayi Usia Kurang 1 Tahun

Radang tenggorokan pada bayi memang sulit untuk langsung diketahui oleh orangtua. Bayi seringkali lebih rewel dari biasanya karena tenggorokannya sakit dan bengkak. Mengatasi radang tenggorokan yang dialami bayi tentu lebih sulit daripada pada penderita yang sudah dewasa. Bayi sulit untuk mengungkapkan rasa sakit yang diderita sehingga lebih sulit dideteksi.

Selain itu, radang tenggorokan pada bayi kadang suka disalahartikan sebagai demam atau flu biasa. Sehingga banyak ibu yang memberikan obat flu dan demam begitu saja padahal anak hanya mengalami radang tenggorokan. Maka, penggunaan obat pun tidak bisa sembarangan terutama jika bayi berada dibawah usia satu tahun. Salah dalam pemberian obat bisa menyebabkan alergi dan sebagainya.

Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Bayi Usia Kurang 1 Tahun

Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Bayi Usia Kurang 1 Tahun
Untuk membahas lebih lanjut mengenai radang tenggorokan pada bayi, sebaiknya kita mencari tahu informasinya mulai dari gejala, penyebab, sampai cara mengatasinya.

Gejala Radang Tenggorokan Pada Anak

Untuk mengetahui apakah anak mengalami radang tenggorokan atau bukan bisa dideteksi dari gejalanya seperti berikut ini:
  • - Tenggorokan merah
Perhatikan tenggorokan bayi ketika mulutnya terbuka. Jika pada pangkal tenggorokan warnanya memerah dari biasanya berarti ada peradangan yang terjadi ditenggorokan. Terkadang, ada pula semacam bercak putih disekitar dinding tenggorokan. Hal tersebut merupakan tanda bahwa radang yang terjadi adalah hasil dari infeksi bakteri.

  • - Menangis Ketika Menelan
Bayi usia satu tahun biasanya sudah diberikan makanan pendamping asi. Jika biasanya anak lahap menyantap makanannya kemudian tiba-tiba selalu rewel dan menangis saat menelan makanan maka kemungkinan besar ia mengalami radang tenggorokan yang membuatnya kesulitan untuk menelan. Radang tenggorokan pada bayi 10 Bulan / usia dibawah satu tahun bisa dikenali dengan proses menelan ini. Maka, anak rewel saat menelan bisa diindikasikan tenggorokannya sedang radang.

  • - Demam Tinggi
Demam seringkali menjadi indikasi radang tenggorokan pada bayi yang memang belum bisa mengutarakan sakitnya. Biasanya radang tenggorokan akan menyebabkan bayi terserang demam mencapai suhu 38.3 derajat celcius. Biasanya demam dengan suhu tersebut disebabkan karena serangan bakteri. Radang yang disebabkan virus biasanya mengakibatkan demam dengan suhu yang lebih rendah.

  • - Tonsil Bengkak
Tonsil merupakan bagian yang terlihat menggantung dipangkal tenggorokan. Biasanya ketika radang tonsil ini membengkak dari biasanya. Maka jika tonsil bayi terlihat membengkak dan lebih merah dari biasanya kemungkinan tenggorokan bayi sedang mengalami radang. Meskipun sebenarnya sedikit sulit membedakannya, namun akan lebih mudah jika kita rajin mengecek kondisi tonsil bayi.

  • - Benjolan Pada Leher
Pada leher terdapat kelenjar getah bening yang sering menjadi indikasi suatu penyakit telah menyerang. Begitupun dengan radang tenggorokan pada bayi yang biasanya bisa dilihat dari bengkaknya kelenjar tersebut. Maka ketika anak rewel periksalah kondisi lehernya apakah ada benjolan atau pembengkakan.

Penyebab Radang Tenggorokan Pada Anak

Penyebab radang tenggorokan yang terjadi pada bayi biasanya sama halnya seperti yang terjadi pada orang dewasa. Ada beberapa penyebab utama terjadinya radang tenggorokan, yaitu:

- Virus
Virus bisa menyebabkan ragam infeksi termasuk pada tenggorokan. Virus berasal dari lingkungan maupun udara yang kurang bersih. Ketika bayi berdekatan dengan orang yang mengalami flu atau batuk bisa membuatnya terkena radang tenggorokan karena virus yang tersebar. Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus gejalanya lebih ringan dan lebih mudah disembuhkan.

- Bakteri
Bakteri bisa datang dari mana saja termasuk dari makanan yang kurang bersih. Maka biasakan untuk mencuci bersih peralatan makan bayi serta bahan makanan yang hendak dimasak. Biasanya, radang tenggorokan yang disebabkan bakteri gejalanya lebih parah daripada yang disebabkan oleh virus. Sehingga proses penyembuhannya memakan lebih banyak waktu.

- Kuman
Kuman juga sering menyebabkan radang tenggorokan pada balita ataupun bayi. Misalnya bayi dibiarkan berdekatan dengan lingkungan yang kurang bersih atau secara tidak sengaja kita berinteraksi dengan bayi saat tangan tidak dalam kondisi bersih. Karena bayi masih sangat rentan, bukan tidak mungkin jika ia mengalami radang tenggorokan sebagai imbasnya.
Baca juga

Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Bayi

Setelah mengetahui gejala serta penyebabnya, inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi radang tenggorokan khususnya yang terjadi pada bayi. Cara berikut mudah untuk diaplikasikan sebagai pertolongan pertama. Ini dia tipsnya:

- Air Hangat
Ketika terjadi radang tenggorokan pada bayi, sebaiknya berikan minum air hangat secara teratur. Pastikan suhu air tidak terlalu panas. Air putih hangat dapat membantu meredakan tenggorokan yang sakit karena radang. Ia juga dapat mengurangi inflamasi atau peradangan. Berikan air minum hangat ini sedikit demi sedikit namun sering intensitasnya.

- Madu
Madu aman untuk dikonsumsi bayi asalkan masih madu murni dan tidak ada campuran pemanis buatan. Madu mengandung banyak khasiat seperti melawan virus, bakteri dan jamur penyebab radang tenggorokan. Berikan madu pada anak. Untuk mempermudah anak menvernanya bisa dicampur dahulu dengan air putih hangat. Berikan satu sendok teh air campuran madu tersebut sedikit demi sedikit. Cara ini bisa diulangi sehari 3kali.

- Jahe
Jahe dapat membantu meredakan radang tenggorokan pada bayi karena sifat anti-inflamasinya. Ia bisa membantu mengempiskan bengkak dan memberikan sensasi pernafasan yang lebih lega. Namun hati-hati dalam menentukan takarannya karena bayi masih sensitif dan sifat jahe adalah pedas atau panas. Parutlah sedikit jahe dan campurkan pada air hangat. Berikan sedikit demi sedikit pada bayi. Ulangi pemberian air jahe ini pagi dan malam hari sebelum bayi tidur.

- Minyak Mustard
Mustard memberikan sensai hangat pada tenggorokan. Namun cara menggunakannya bukan dengan meminumkannya pada bayi. Cukup dengan mengoleskan sedikit minyak mustard pada leher bayi yang sedang mengalami radang tenggorokan. Mustard akan mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

- Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi
Ketika anak sedang mengalami radang tenggorokan, baiknya berikan makanan yang bernutrisi tinggi yang mampu meningkatkan imunitas anak. Dengan begitu, ia mampu melawan infeksi dan radikal yang menjadi penyebab radang tenggorokan. Pastikan untuk mencuci bersih bahan makanan sebelum diolah.

Kapan Diperiksakan ke Dokter Anak ?

Jika radang tenggorokan pada bayi tidak kunjung sembuh dalam 2 hari atau demamnya tidak turun maka sebaiknya segera bawa ke dokter. Dokter akan mendiagnosa dengan cepat dan tepat mengenai penyebab radang dan mengatasinya dengan pemberian obat seperti antibiotik. Orang tua tidak dianjurkan memberikan antibiotik sendiri pada bayi tanpa pengawasan dokter karena dapat membahayakan kesehatan bayi.

Memberikan pertolongan pertama pada bayi yang sedang radang memang bisa dilakukan sendiri dirumah. Karena ada radang yang bisa cepat sembuh dengan istirahat yang cukup. Namun sebaiknya tetap pantau kondisi anak melalui suhu tubuhnya. Memberikan parasetamol atau antibiotik tanpa resep dokter sangat tidak dianjurkan. Sebaiknya mulai dengan menggunakan bahan-bahan alami diatas untuk mengatasi radang tenggorokan pada bayi. Semoga si kecil sehat ya bunda . kunjungi Tenggorokan.COM bila nanti mengalami masalah tenggorokan lagi .